Skip to main content

follow us

Perpisahan dengan orang yang kita cintai tidak akan pernah mudah untuk diterima. Rasa sakitnya seperti anda mengambil ranting pohon dan mematahkannya menjadi dua, terpisah.

Rasanya seolah sebagian dari hidup anda diserabut paksa, sakitnya tak terkira, dan anda berharap ada cara untuk keluar dari situasi tersebut, tentu saja.

Kabar baiknya, ada cara yang bisa anda lakukan untuk beranjak dari perasaan anda yang hancur karena kandasnya hubungan - yang tadinya membuat anda begitu bahagia.

Lima saran berikut ini memastikan anda segera move on dan menemukan kembali diri anda yang bahagia sebagaimana anda dulu bahagia sebelum bertemu dengannya.

Yang pertama adalah........

#1 Membangun kembali diri anda.

Bukti menunjukkan bahwa cinta memfasilitasi pertumbuhan diri, memperluas dan mendiversifikasi siapa anda. ’Aku’ yang tadinya personal – setelah bersamanya untuk jangka waktu tertentu – menjadi ‘aku’ yang bermakna ‘kami berdua’.

Semua identitas, orientasi dan harapan selalu akan anda lihat dalam kacamata berdua. Hal ini karena ketika anda menghabiskan waktu bersama-sama, garis antara anda dan pasangan anda menjadi kabur.

Konsep diri anda sebagai bagian dari hubungan menjadi erat terkait, sehingga  tidak mengherankan ketika hubungan anda berakhir, anda mengalami kebingungan personal.

Rasa dan bagaimana ‘mengalami’ diri anda benar-benar kacau. Sangat mungkin anda kemudian merasa tersesat dan mulai meragukan semua hal tentang diri anda.

Yang harus anda lakukan?

Mulai membangun dan me-redefinisi ulang diri anda dengan mengisi kembali memori hidup anda dengan pengalaman-pengalaman baru. Sudah waktunya untuk mencoba hal baru dan menghabiskan waktu dengan orang-orang baru.

Melihat diri anda berguna untuk kemudian menemukan kembali konsep diri tanpa terkait dengan identitas siapapun di dalamnya

Beberapa pakar menyebutkan bahwa orang-orang yang tidak berhasil membuat kemajuan dalam mendefinisikan ulang dirinya untuk kemudian menemukan kembali diri mereka – kecil kemungkinan untuk mengalami kesejahteraan  psikologis  pasca penyesuaian setelah putus dengan orang yang dicintai.

Salah satu tindakan yang paling penting yang dapat anda lakukan untuk beranjak dari kondisi tersebut adalah mulai membuka diri untuk orang-orang baru, tantangan baru, dan pengalaman-pengalaman baru.

#2 Menikmati kesendirian untuk sementara waktu.

Menjalani kesendirian pasca putus hubungan mungkin akan sulit tapi tidak selalu buruk. Fokus anda untuk membangun diri anda kembali menjadi efektif.

Namun situasi ini akan benar-benar berjalan hanya jika anda benar-benar telah menerima kenyataan bahwa anda sudah tidak memiliki hubungan dengan si dia dan tidak berharap dia akan menghubungi anda dan minta balikan.

Menyakinkan diri anda bahwa anda telah benar-benar putus dengan si dia dapat membantu anda dalam masa-masa penyesuaian pasca putus.

Mempertahankan kontak dengan mantan pasangan memperlambat atau menunda lebih lama proses pemulihan kesedihan anda.

Upaya anda untuk menemukan kembali diri anda dan membangun kembali diri tersebut akan terhalang ketika anda atau mantan pasangan anda masih aktif melakukan kontak dengan anda.

#3 Cobalah latihan.

Peristiwa stres kehidupan, seperti berakhirnya suatu  hubungan dapat menimbulkan berbagai gejala depresi (seperti sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dll) yang sepertinya sulit untuk keluar dari situasi tersebut.

Bukti menunjukkan bahwa latihan fisik (olah raga) dapat berfungsi sebagai intervensi yang efektif untuk mengatasi berbagai efek dari masa-masa sulit pasca putus hubungan.

Latihan fisik memberi banyak manfaat untuk menurunkan perasaan stres, aktivitas fisik ini sangat mungkin mampu mengatasi gejala depresi anda - langkah penting menuju pemulihan.

#4 Berpura-pura.

Perasaan sedih adalah respons alami ketika hubungan anda berakhir, dan sebenarnya ketika anda tidak melakukan usaha apapun kesedihan akan berkurang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Namun anda bisa memilih untuk mendapatkan kesembuhan anda dengan lebih cepat, lebih dari itu anda ingin segera mengembalikan kondisi anda yang bahagia. Jika anda mencari cara untuk meningkatkan kebahagiaan anda, cobalah berpura-pura.

Asumsi yang mendasari saran ini adalah bahwa ‘umpan balik wajah, terlibat dalam tindakan fisik’, otot yang berkonstraksi karena tersenyum dapat mengirim sinyal ke otak bahwa anda merasa puas.

Dengan kata lain, meskipun anda berpikir hal lain sementara anda tersenyum, perilaku wajah tersenyum dapat benar-benar mengirim sinyal bahagia ke otak anda, berpotensi meningkatkan suasana hati anda.

#5 Rebound love

Rebound love dalam hubungan dianggap sebagai sesuatu pilihan yang buruk, khususnya ketika baru saja putus. Karena mencintai yang lain (kemudian) dengan sisa cinta yang ada merupakan hal yang menyedihkan, mengingat semua orang - yang berhak untuk dipilih - seharusnya karena ia memang terpilih, bukan karena ia satu-satunya pilihan yang ada.

Sekilas hal ini benar. Namun pernyataan tersebut diatas tidak (setidaknya belum) didasarkan pada bukti empiris.

Penelitian terbaru jutru menunjukkan bahwa memulai hubungan yang baru pasca perpisahan bisa memberi harapan baru, bahkan bisa bertahan (langgeng) untuk waktu yang lama

Tidak mengherankan jika pilihan ini salah satu solusi yang banyak dilakukan dalam tantangan penyembuhan luka hati pasca perpisahan.

Karena orang-orang dalam rebound love melihat diri mereka merasa lebih diinginkan, lebih berarti dibanding saat bersama mantan mereka, dan memungkinkan memiliki lebih banyak pengharapan tentang kebahagiaan.

Temuan ini menunjukkan bahwa memulai sesuatu yang baru lebih cepat, daripada menunda terlalu lama, bisa merupakan langkah yang positif menuju kebahagiaan anda.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar