OMRON Nebulizer, partner terbaik untuk mempermudah terapi gangguan pernapasan
Menyenangkan sekali jika ada sebuah alat (yang fungsinya melakukan terapi, seperti untuk gangguan pernapasan, karena sebuah alat umumnya tetaplah sebuah alat - hanya sebagian kecil yang dibuat dengan tujuan terapi) yang mudah digunakan (saking mudahnya seorang anak pun bisa, sejak pertama kali ditunjukkan caranya), praktis dibawa kemana aja dan bekerja langsung pada hirupan pertama.
Pada hirupan pertama? Secepat itu?
Tentu saja, karena ukuran partikel obat yang dihasilkan OMRON Nebulizer itu diameternya hanya 3 µm (mikro meter, 1 µm = 103 nm)
Seberapa kecil itu?
Bagi kita yang awam dengan istilah satuan obat ini (terlalu medis sich ya) cukuplah membayangkan bahwa obat tersebut diurai menjadi seperti ‘uap’ (aerosol).
Udah kebayang ya seperti apa ukuran 3 µm? Ya, seperti uap.
Nah karena sebegitu halusnya obat yang disulap menjadi uap ini (oleh OMRON Nebulizer tentunya) si obat tadi langsung menuju dan mengendap di saluran pernapasan bawah tanpa tertahan di antara mulut dan saluran pernapasan yang dapat keluar lagi saat anda menghembuskan napas (catatan -bukan napas terakhir lho ya).
Tapi kan gak perlu juga kali Pak alat-alat begituan kalau kita bisa menghindarinya, misalnya dengan menjaga lingkungan tetap bersih, udara yang bersih dan menghindari makanan yang dapat memicu ganguan pernapasan !
Saya setuju, tentu saja.
Masalahnya hal-hal yag disebutkan itulah yang saat ini semakin sulit kita dapatkan untuk dikonsumsi.
Pembakaran hutan secara besar-besaran yang mengakibatkan bencana asap sampai ke negeri tetangga, polusi udara di perkotaan karena semakin minimnya wilayah hijau - adalah ancaman serius bagaimana udara yang kita hirup dewasa ini sudah terkontaminasi oleh polutan (bakteri, virus yang ukurannya micro sehingga gak kelihatan walaupun kita pelototin).
Saya juga tidak skeptis tentang menjaga pola makan, bahkan saya pribadi memuji ibu di zaman ini (Iya kali pernah tinggal di zaman batu sampai bisa bandingin) yang cerdas, utamanya dalam menjaga kesehatan anak – berada di list prioritas tertinggi (suami mah entah nomor berapa hehehe...)
Tapi masalahnya gaya hidup kita dewasa ini khususnya di perkotaan serba fast move sehingga makanan yang dikonsumsi pun fast food (kecuali untuk usia kita malah mati-matian gimana caranya biar lambat), yang kita tau gak selalu terpenuhi standar kesehatannya.
Ach, itu kan menurut Bapak kali Pak!
Baiklah, ini datanya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ratusan juta orang di seluruh dunia menderita penyakit pernapasan kronis. 235 juta orang menderita Asma dan 64 juta orang memiliki COPD (Chronic Obstrutive Pulmonary Disease) versi Indonesia Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), sementara jutaan lainnya menderita penyakit pernapasan kronis lainnya.
Tentu saja kenyataan yang disebutkan diatas bukan alasan bagi saya, anda dan anak-anak kita untuk tidak bisa menikmati hidup yang lebih layak, sehat dan berkualitas.
OMRON Healthcare sebagai perusahaan penyedia alat kesehatan hadir di tengah kondisi kesehatan masyarakat yang memprihatinkan tersebut dan menawarkan pilihan hidup yang lebih baik untuk penderita gangguan pernapasan dengan OMRON Nebulizer.
Sebelum kita lanjut, defenisi dulu.
Ini mungkin sedikit ilmiah-medis tapi masih masih mudah dipahami.
Penyakit gangguan pernapasan adalah kondisi patologis yang berhubungan dengan adanya peradangan pada saluran udara di paru-paru dan membuat pertukaran gas dalam organisme terganggu, termasuk di dalamnya kondisi saluran pernapasan atas, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, pleura dan rongga pleura, serta saraf, juga otot-otot pernapasan.
Gak perlu pusing, cukuplah pahami maksudnya bahwa penyakit gangguan pernapasan adalah kondisi ketidaknyamanan ketika bernapas dan perasaan bahwa anda tidak dapat menarik napas secara sempurna serta membuat anda merasa seolah-olah tidak bisa mendapatkan cukup udara.
Sudah ya pengertiannya.
ini salah satu contohnya - penyakit asma
Baiklah, penyebabnya? Anda bertanya.
Polusi udara dan asap rokok merupakan penyebab umum dari masalah pernapasan, selain faktor gangguan penyakit serangan jantung, gagal jantung, pneumonia (infeksi paru paru yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus), anafilaksis (reaksi terhadap alergen tertentu), pneumotoraks (terjadi ketika udara yang terperangkap diruang di sekitar paru paru), rhythms jantung abnormal (ketika jantung berdetak terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur), edema paru (adalah suatu kondisi dimana paru-paru dipenuhi cairan) dan masih banyak lagi.
Penjelasannya begini, salah satu organ pernapasan manusia adalah paru-paru. Udara yang kita hirup dari hidung akan masuk ke tenggorokan (larynx). Dari tenggorokan (larynx) akan diteruskan menuju trakea. Udara dari trakea akan masuk ke bronkus untuk disalurkan ke alveoli di paru-paru melalui saluran udara yaitu tabung bronchial/bronkiolus yang fungsinya sebagai jalan masuk dan keluar udara.
Sementara permukaan alveoli merupakan tempat pertukaran gas yang besar diameternya 200-300 mikrometer. Bentuknya seperti gelembung berisi udara. Alveoli/alveolus adalah tempatnya zat yang dihirup, seperti obat-obatan, dan lain-lain.
Ketika seseorang memiliki penyakit asma atau gangguan pernapasan lainnya maka sangat mungkin akan terjadi peradangan pada saluran udara/bronkiolus tersebut. Kondisi peradangan ini akan menjadi lebih parah (bengkak) jika terdapat faktor pemicu dan otot-otot pun di sekitarnya akan mengencang.
Biasanya juga diikuti dengan pelepasan lendir (mukosa) ke bronkiolus. Hal ini akan menyulitkan udara untuk bergerak masuk dan keluar dari paru-paru karena saluran udaranya menjadi sempit dan tertutup oleh lendir (mukosa) sehingga bisa menyebabkan batuk, sesak napas serta sesak dada. Biasanya juga menimbulkan bunyi saat bernapas atau lebih dikenal dengan bengek.
Sebenarnya lendir (mukosa) yang di produksi saluran dinding pernapasan (bahkan dalam kondisi normal) merupakan sebuah mekanisme untuk mengatasi masuknya polutan yang terbawa bersama udara yang kita hirup, yang bekerja pada saat seseorang ‘batuk’ – sebuah metode yang dilakukan tubuh untuk menghilangkan debu, lendir, air liur dan sampah lainnya dari paru-paru.
Lendir (mukosa) ini, oleh mekanisme pembersihan (bersihan mukosilier), akan dibawa ke tenggorokan kemudian kita telan secara tidak sadar (pernah ngalamin kan, setelah baca ini besok-besok pada mikir mau nelan).
Kalau jumlah lendir (mukosa) yang diproduksi lebih banyak dari biasanya maka akan merangsang refleks batuk dengan tujuan mendorong lendir tersebut keluar (sekeren itu mekanisme tubuh kita ya, batuk pun ternyata sebuah mekanisme pertahanan tubuh)
Pada bayi dan anak-anak, kemampuan membersihkan lendir (mukosa) dan refleks batuknya belum sebaik orang dewasa sehingga bisa saja masih ada lendir (mukosa) yang tersisa atau malah tidak keluar sama sekali.
Ketidakmampuan membersihkan lendir (mukosa) tersebut bahkan dapat terjadi dalam keadaaan normal, situasinya akan lebih beresiko kalau bayi dan anak menderita penyakit saluran pernapasan seperti flu.
Lendir (mukosa) akan diproduksi lebih banyak. Lendir (mukosa) yang tersisa atau tidak berhasil dikeluarkan bisa menyumbat saluran pernapasan. Kalau saluran pernapasan tersumbat maka akan menimbulkan kesulitan bernapas yang kemudian akan mempengaruhi makan, minum dan tidurnya.
Begitu juga dengan lansia. Hampir mirip dengan bayi dan anak-anak, lansia juga seringkali kesulitan mengeluarkan lendir (mukosa) hidung atau lendir (mukosa) tenggorokannya.
Infeksi saluran pernapasan merupakan konsekuensi yang akan terjadi jika gangguan pernapasan tidak segera ditangani karena dapat menimbulkan komplikasi atau memicu timbulnya infeksi bakteri sekunder pada saluran pernapasan bawah.
Pada penderita anak-anak, infeksi saluran pernapasan atas dapat berkembang menjadi radang paru-paru, bronkitis, dan peradangan pada laring dan trakea yang membuat anak sulit bernapas.
Pada penderita penyakit asma dapat bertambah parah dan penderita penyakit paru-paru kronis berisiko menjadi lebih sulit untuk ditangani.
Untuk itulah dibutuhkan sebuah treatment yaitu,
Terapi Gangguan Pernapasan
Demi untuk menghindari resiko infeksi saluran pernapasan gangguan pernapasan harus ditangani hingga tuntas demi menghindari timbulnya komplikasi, seperti abses paru, kegagalan pernapasan, hipoksia, hingga kematian pada penderita.
Pada beberapa kasus belum ditemukan obat untuk mengatasi sebagian besar penyakit gangguan pernapasan, khususnya asma. Namun dengan diagnosis yang benar maka seseorang bisa membuat rencana perawatan untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas.
Untuk meringankan serangan asma dan sebagian besar gangguan pernapasan lainnya dibutuhkan obat untuk mengencerkan dahak dan meredakan peradangan yang terjadi agar saluran udara (bronkiolus) kembali dapat menyalurkan udara dengan bebas. Untuk menyampaikan obat tersebut langsung ke paru-paru atau alveolus dibutuhkan nebulizer dengan dosis terukur.
Sebelumnya mari kita sepakati terlebih dahulu bahwa tujuan dari terapi gangguan pernapasan itu sendiri adalah untuk :
1. Menghilangkan gejala.
Digunakan ketika gejala asma atau gejala gangguan pernapasan muncul untuk membantu membuka saluran udara dan bisa bernapas dengan lega kembali.
2. Pencegahan.
Obat ini digunakan secara kontinu sebagai terapi gangguan pernapasan untuk tindakan pencegahan agar tidak terjadi pembengkakan atau peradangan pada saluran pernapasan (bronkiolus).
Tentu saja, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika anda merasa awam atau tidak memahami gejala-gejalanya, sebelum memutuskan melakukan terapi sendiri di rumah.
Permasalahannya, untuk beberapa alasan - bagi sebagian orang berkonsultasi atau berobat ke dokter berulang kali merupakan masalah lain diluar masalah gangguan pernapasan itu sendiri. Selain hal ini dianggap tidak praktis dan merepotkan pertimbangan masalah biaya juga seringkali jadi alasan.
Sekali lagi, OMRON Healthcare selaku perusahaan penyedia dan pendistribusi alat kesehatan (salah satunya OMRON Nebulizer) hadir mengatasi masalah ini melalui “Healthcare@Home”, yang menghubungkan rumah dan praktek klinis dengan informasi kesehatan sehari- hari yang diukur di rumah untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup serta memantau hasil dari pengobatan yang dilakukan.
Dengan pusat perusahaan di Kyoto, Japan, Omron Healthcare Co. mengembangkan dan memproduksi alat- alat kesehatan untuk digunakan di rumah dan di rumah sakit, software managemen kesehatan dan juga layanan promosi kesehatan, seperti :
Digital Tensimeter, Termometer, Nebulizers, Body Fat Monitor, Pedometer dan Alat Pijat (Massager). Kategori profesional Omron Healthcare Co meliputi Profesional Digital Tensimeter, Profesional Nebulizer dan Profesional Termometer.
Saya pikir OMRON Healthcare sudah melakukan riset tentang hal ini sehingga mengerti betul apa yang menjadi persoalan orangtua selain tentang masalah gangguan pernapasan itu sendiri, karena ....
BECAUSE WE (OMRON Healthcare) CARE
Salah satu produk kesehatan andalan OMRON Healthcare Co. Adalah OMRON Nebulizer. Sesuai dengan thema yang diusung “OMRON Nebulizer, partner terbaik untuk mempermudah terapi gangguan pernapasan” OMRON Nebulizer, mempermudah terapi gangguan pernapasan dengan menyediakan beberapa pilihan nebulizer untuk berbagai kondisi dan keadaan pasien.
Hal ini karena kondisi penderita asma (dan gangguan pernapasan) tentu berbeda satu dengan yang lainnya, karena itu walaupun dengan teknologi yang sama (virtual valve) OMRON Nebulizer berusaha memenuhi kebutuhan pengguna dengan berbagai pilihan yaitu NE-C801, NE-C801-KD, NE-C28, NE-C803
Jika masih dirasa bingung, mungkin pengguna juga perlu mengetahui macam-macam teknologi yang digunakan pada nebulizer sebelum melakukan pembelian, berikut ini yang perlu anda ketahui :
- Yang pertama Nebulizer dengan katup silikon (model ini mampu menjaga dosis obat namun sulit dibersihkan dan rentan rusak)
- Kedua Nebulizer dengan T-piece dan nebulizer dengan lubang besar (model cenderung boros dalam penggunaan obat namun mudah dibersihkan)
- Ketiga Nebulizer dengan sela sempit (mampu meminimalisir obat yang terbuang namun sulit untuk dipakai bernapas dengan normal)
- Keempat, Nebulizer dengan virtual valve (model ini memungkinkan pengguna bernapas secara normal dan dosis obat tetap terjaga serta mudah dibersihkan)
Nah, teknologi keempat inilah (virtual valve) yang digunakan pada produk OMRON Nebulizer, yang menjadikannya sebagai alat terapi pernapasan terbaik.
Sebagaimana telah disinggung bagian awal artikel tentang kecepatan reaksi obat dalam terapi gangguan pernapasan – mari kita cari tahu lebih dalam lagi.
Salah satu faktor keberhasilan terapi gangguan pernapasan adalah kecepatan penyerapan obat ke pusat gangguan dan hal ini hanya dapat dilakukan dengan metode inhalasi (penguapan).
Obat yang diberikan dengan terapi inhalasi dapat diserap dengan lebih cepat karena permukaan absorpsinya luas, obat secara efisien sampai di bronkus dan bronkiolus di saluran pernapasan bawah untuk segera bekerja.
Tidak seperti penggunaan obat tablet atau sirup yang terpaksa melalui sistem penghadangan oleh berbagai sistem tubuh, seperti eleminasi di hati. Dengan metode inhalasi, efek samping obat dapat dikurangi dan jumlah obat yang diberikan lebih sedikit dibanding cara pemberian lainnya.
Percepatan pengantaran obat ke saluran pernapasan bawah hanya dimungkinkan jika obat diubah dalam bentuk aerosol. Disinilah OMRON Nebulizer efektif dalam terapi gangguan pernapasan karena OMRON Nebulizer berfungsi mengubah obat ke dalam bentuk aerosol (uap) yang berisi partikel mikroskopis dan akan dihirup melalui mouthpiece atau pun masker.
Cara kerja alat nebulizer adalah dengan memecah partikel obat dalam cairan obat sehingga berbentuk partikel aerosol yang kemudian akan dihirup oleh pasien hingga obat mencapai paru-paru. Karena obat ini memang ditujukan untuk langsung menjangkau paru-paru untk memperlebar saluran pernapasan (bronkodilator), selain itu mengurangi efek samping obat karena obat langsung ke sasaran terapi
Terapi dengan OMRON Nebulizer ini dapat dilakukan sekitar 5-10 menit, 3-4 kali sehari (seperti jadwal pemberian obat). Walaupun pada situasi tertentu penggunaan nebulizer disesuaikan dengan kebutuhan.
Artinya bila penderita belum merasa nyaman dengan keadaannya, nebulizer dapat dilakukan lebih dari 3 kali dalam sehari asalkan tidak melebihi dosis obat yang telah diresepkan oleh dokter.
Masih ragu atau bingung untuk membuat keputusan?
Baiklah informasi tambahan berikut ini diharapkan akan dapat meningkatkan keyakinan anda, teruslah membaca.
Komponen Sebuah Alat Nebulizer
Sebuah alat nebulizer umumnya terdiri atas :
- Pemecah partikel obat, baik berupa kompresor udara atau penghasil gelombang ultrasonik
- Wadah penampung cairan obat
- Filter penyaring aerosol hasil penguapan cairan obat dan
- Masker wajah atau mouthpiece
Jenis Nebulizer
Jika sebelumnya dibahas tentang teknologi yang digunakan maka sekarang jenis nebulizer-nya yang perlu anda ketahui.
Alat nebulizer dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik sehingga dalam prakteknya dikenal 2 jenis alat nebuliser yaitu ultrasonic nebulizer dan jet nebulizer
Dengan demikian jenis nebulizer bila di dasarkan dari sumber tenaga yang digunakan terdiri dari nebulizer ultrasonik dan nebulizer jet. Perbedaan diantara kedua jenis nebulizer ini terletak pada proses pengubahan obat cair menjadi uap.
Pada nebulizet jet menggunakan komponen berupa udara yang dipadatkan untuk mengubah obat cair menjadi obat dalam bentuk uap. Sedangkan untuk nebulizer ultrasonik menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengubah obat cair menjadi obat dalam bentuk uap. Kedua jenis nebulizer ini menjadi nebulizer yang umum digunakan dalam pengobatan penyakit gangguan pernapasan seperti penyakit asma.
Ultrasonic Nebulizer
Alat ini menghasilkan aerosol melalui osilasi frekuensi tinggi dari piezo-electric crystal yang berada dekat larutan dan cairan memecah menjadi aerosol. Keuntungan jenis nebuliser ini adalah tidak menimbulkan suara bising dan terus menerus dapat mengubah larutan menjadi aerosol sedangkan kekurangannya alat ini mahal dan memerlukan biaya perawatan lebih besar.
Jet Nebulizer
Alat ini paling banyak digunakan banyak negara karena relatif lebih murah daripada ultrasonic nebulizer. Dengan gas jet berkecepatan tinggi yang berasal dari udara yang dipadatkan dalam silinder ditiupkan melalui lubang kecil dan akan dihasilkan tekanan negatif yang selanjutnya akan memecah larutan menjadi bentuk aerosol.
Aerosol yang terbentuk dihisap pasien melalui mouth piece atau sungkup. Dengan mengisi suatu tempat pada nebulizer sebanyak 4 ml maka dihasilkan partikel aerosol berukuran < 5 Ïm, sebanyak 60-80% larutan nebulisasi akan terpakai dan lama nebulisasi dapat dibatasi.
Dengan cara yang optimal maka hanya 12% larutan akan terdeposit di paru-paru. Bronkodilator yang diberikan dengan nebulizer memberikan efek bronkodilatasi yang bermakna tanpa menimbulkan efek samping.
Terdapat beberapa keunggulan dari nebulizer ultrasonik dibandingkan dengan alat nebulizer jet. Diantaranya ialah alat nebulizer ultrasonik memiliki suara yang lebih halus bila dibandingkan dengan alat nebulizer jet.
Selain itu pada nebulizer ultrasonik menghasilkan partikel obat yang lebih kecil dibandingkan dengan partikel obat yang dihasilkan oleh nebulizer jet.
Nebulizer ini sangat cocok untuk orang dewasa, lansia, terutama bayi dan anak-anak karena masalah yang terjadi pada bayi dan anak-anak adalah rasa takut ketika melihat Nebulizer, utamanya suaranya yang berisik yang membuat bayi dan anak-anak takut. Berbeda dengan OMRON Nebulizer yang ‘hening’ bahkan dilengkapi mainan untuk membuat anak-anak nyaman.
Itu hanya sebagian kecil nilai manfaat dari OMRON Nebulizer yang membuktikan bahwa OMRON Nebulizer adalah alat terapi pernapasan terbaik
Masih ada yang lain?
Masih, bahkan tidak hanya 1 atau 2, lebih banyak lagi. Mari kita cari tau.
Sebagaimana kita tahu umumnya Nebulizer berukuran besar, berat seperti yang digunakan di rumah sakit atau klinik kesehatan. Sementara produk OMRON Nebulizer di rancang demi kebutuhan kenyamanan pengguna, berukuran kecil dan ringan sehingga efektif dan efisien untuk digunakan kapan pun dan dimana pun, dapat juga dibawa bepergian untuk jaga-jaga.
Ukuran partikel OMRON Nebulizer 3 µm
Pada prinsipnya semakin kecil ukuran partikel semakin besar penetrasi perifer dan retensinya. Tetapi partikel dengan ukuran sangat kecil dibawah 0.5 µm cenderung sulit mengendap di paru-paru atau saluran pernapasan bawah dan akan keluar lagi saat menghembuskan napas.
Partikel dengan ukuran di atas 10 µm justru cenderung mengendap di mulut dan tenggorokan. Partikel dengan ukuran diamater diantara 5-10 µm dapat mengendap diantara mulut dan saluran pernapasan dan partikel dengan ukuran diameter lebih kecil dari 5 µm lebih sering mengendap di saluran pernapasan bawah dan ukuran ini sesuai dengan ukuran aerosol obat
Laju nebulisasi yang tinggi (0,3 - 0,4 ml/menit). Saya sulit menggambarkannya tapi ini sangat..sangat cepat sehingga mengoptimalkan durasi terapi, yang artinya juga cepat mengobati gangguan pernapasan dan melonggarkan saluran pernapasan.
OMRON Nebulizer menggunakan power AC adaptor. Tau kan ya AC adaptor adalah alat pengubah tegangan listrik AC yang besar menjadi tegangan DC yang kecil. Pengoperasian dengan tegangan DC (arus searah) yang kecil menjadikan anda tidak perlu takut tersetrum atau terjadi korsleting (hubungan arus pendek) pada alat OMRON Nebulizer.
Selain itu penggunaan arus listrik yang kecil pada OMRON Nebulizer tentunya tidak membebani tagihan listrik anda setiap bulannya.
Kapasitas obat OMRON Nebulizer sebesar 10ml (max). Kapasitas ini tergolong besar yang membuat tempat dosis obat lebih leluasa sesuai resep dokter. Hal ini juga memungkinkan OMRON Nebulizer dapat digunakan oleh seluruh anggota keluarga baik anak-anak maupun orang dewasa.
Bagian terakhir
Langkah-langkah penggunaan, langsung saja.
Cara menggunakan alat nebulizer ini meliputi beberapa langkah diantaranya ialah sebagai berikut
- Mempersiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan seperti alat nebulizer, tabung tekanan udara, selang oksigen, obat-obatan dan NaCl.
- Meletakkan nebulizer pada permukaan atau bidang yang datar serta kuat. Bidang yang kuat ini diusahakan dapat menahan berat dari nebulizer tersebut. Kemudian lepaskan selang dari nebulizer tersebut.
- Mencuci tangan dibawah air mengalir dengan menggunakan sabun dan teknik 7 langkah mencuci tangan.
- Menghitung dosis obat sesuai dengan anjuran atau instruksi dokter.
- Memasang bagian sungkup atau masker nebulizer pada pasien.
- Menghubungkan pipa ke mesin nebulizer bagian kompresor dan tutup nebulizer.
- Menghidupkan alat nebulizer ini dengan menekan tombol menyala pada nebulizer. Hal ini dilakukan juga untuk memastikan bahwa alat nebulizer ini dapat bekerja dengan baik.
- Memposisikan pasien dalam posisi duduk tegak. Bila pasien tersebut masih anak-anak maka dapat dipangku oleh orangtuanya. Sedangkan untuk pasien dewasa dapat duduk di kursi.
- Memasang masker pada tempat yang tepat dan nyaman di bagian wajah pasien. Apabila menggunakan mouth piece tempatkan mouth piece tersebut pada pertengahan gigi dengan lidah.
- Menganjurkan pasien untuk bernapas melalui mulut. Secara berulang anjurkan pasein untuk mengambil napas yang dalam kemudian menahan napas selama 2 sampai 3 detik sebelum napas dilepaskan. Lakukan hal ini secara berulang sampai obat yang ada dalam nebulizer habis. Biasanya obat akan habis dalam waktu 9 sampai dengan 10 menit. Apabila selama terapi ini dilakukan terdapat keluhan pusing atau gelisah, maka sebaiknya tindakan ini dihentikan untuk sementara.
OMRON Nebulizer, partner terbaik untuk mempermudah terapi gangguan pernapasan, menghilangkan kecemasan ibu terhadap penyakit Asma dan gangguan pernapasan lainnya, bahkan sejak dihirupan pertama !
Untuk pemesanan OMRON Nebulizer :
Testimoni Pengguna :