Yang terjadi kemudian, saya hanya sanggup bertahan dalam satuan minggu...bukan sewindu apalagi satu purnama (padahal aslinya hanya beberapa hari saja).
Bagi anda yang pakar SEO saya pikir tidak akan ada masalah dengan rute tersebut karena sudah pasti anda bisa membuat rincian, kalkulasi, ekspektasi dan estimasi sebesar apa margin keuntungan yang akan kembali setelah semua aspek anda optimasi.
Saya gak punya keahlian untuk itu, maka saya pun memilih rute yang lebih sederhana. Saya tetap bisa melihat garis ujung jalannya tapi saya tidak tergesa, saya tetap berharap pada hasilnya tapi tidak lupa menikmati prosesnya. Karena saya hanya ingin sampai disana hanya ketika sudah siap mendapatkannya.
Maka disinilah saya membangun blog ini dengan hati dalam kata per kata. Pun ketika saya kemudian tertarik mengikuti sebuah kontes 'lomba menulis blog', motivasinya hanya karena ingin mengharapkan sedikit tekanan bagaimana rasanya menulis artikel yang akan dinilai dalam kondisi berkompetisi.
So, begini saya memulainya.
Thema dari lomba menulis blog yang ditaja oleh Riaubook - sebuah portal berita lokal di Riau - adalah 'Media Online, dari Riau untuk Dunia'. Momentumnya adalah peringatan ulang tahun ke 2 riaubook.com.
Yang saya tangkap dari thema tersebut adalah upaya untuk menduniakan sebuah media lokal ke ranah global dengan mengusung nilai-nilai lokal dalam sajian informasinya. Sebuah cita-cita yang maha luhur yang sudah pasti saya dukung, walaupun saya aslinya bukan putra daerah Riau (sedikit catatan saya lahir dan besar di Pematang Siantar tapi kemudian hidup menetap di Pekanbaru - Riau)
Sedikit tentang optimasi kata kunci (jujur aslinya saya enggak ngerti), menurut saya menggunakan kata kunci 'media online' itu terlalu general dan tidak mengacu pada pencarian yang lebih spesifik ke Riaubook, apalagi sub kata kuncinya 'dari Riau untuk Dunia' lebih mirip tagline dari pada kata kunci yang dapat dioptimasi untuk mendapatkan rangking di serp. Saya harus mereduksinya supaya ada unsur 'mengarah pada....', sesuatu yang dicari secara spesifik.
Maka pada link artikel saya gunakan kata kunci 'riaubook media online lokal, dari riau untuk dunia'. Harapannya ketika ada yang mengetikkan kata kunci 'riaubook media online' 'riaubook media online lokal' atau 'media online lokal' maka kemungkinan google akan mengikutsertakan artikel yang saya buat karena urutan kata kuncinya masih cocok
Untuk judul? Saya sich percaya kata kunci pada link itu untuk google bot sementara judul itu untuk manusia. Jadi bagi saya sedikit ada perbedaan mungkin tidak masalah. (Jangan ditiru ye kalo nekat juga trus rangking ancur-ancuran tanggung sendiri hihihi...)
Setelah artikel di posting, yang saya lakukan selanjutnya hanya hal-hal yang sangat biasa. Submit url artikel ke google webmaster tool, bing juga, trus ping artikel di pingomatic, itu saja.
Di hari setelah artikel di posting seorang sahabat blogger kita yang baik hati dan dermawan (gak becanda lho ya beneran) +Mang Lembu membagikan artikel tersebut ke akun Google Plusnya. Saya tentu saja berterimakasih untuk itu....dalam hati tapi ya.
Di hari kedua, saya iseng ingin melihat kira-kira posisi artikel yang saya ikutkan lomba seperti apa di pencarian google. Seolah melakukan pencarian saya pun mengetikkan kata kunci sesuai thema yang dilombakan, hasilnya wajah ganteng (plus gaya) teman kita yang nongol dihalaman pertama melalui akun google plusnya yang telah membagikan artikel tersebut
Bahkan ketika saya tambahkan tanda kutip di kata kunci tersebut untuk meminta google menampilkan pencarian dengan kata kunci yang urutan harus persis, tetap saja Mang Lembu yang ada disitu....gak berubah. Padahal saya tidak menargetkan kata kunci persis seperti itu di link artikel, kecuali di judul
Saya masih penasaran dan mencari tau lebih lanjut. Yang ingin saya cek selanjutnya adalah posisi kata kunci yang saya tembak di link artikel saya 'media online lokal'. Jiaaah...yang muncul tetap aja Mang Lembu....artikel saya kemana Mang?
Siapa tau kalau saya tambahkan tanda kutip untuk kata kunci pencarian ini artikel saya yang bakal nongol bukan lagi Mang Lembu. Hasilnya, enggak juga. tetap aja yang muncul di halaman pertama adalah akun google plus Mang Lembu yang membagikan artikel saya. Hadeuh....tau gitu Mamang aja yang iku lomba Mang, saya gak usah.
Hanya ketika saya mengetikkan hampir semua kata kunci yang ada di link artikelnya dengan urutan yang persis barulah muncul artikel yang saya lombakan. Hanya ketika diketikkan panjang seperti dibawah ini baru artikel saya muncul. Itu artinya masalah, karena logika aja kawan sangat jarang orang yang melakukan pencarian dengan mengetikkan kata kunci persis sepanjang itu
Apa yang bisa saya jelaskan dari situasi ini? Google Plus (g+) merupakan satu diantara faktor yang menentukan peringkat suatu web di serp, bahkan google plus berada di posisi kedua setelah page authority dalam mempengaruhi faktor seo suatu web, diikuti linking root domains, facebook dan juga twitter (berdasarkan laporan MOZ)
Tapi yang paling saya curigai adalah otoritas dari profile yang melakukan share, juga dengan mempertimbangkan banyaknya follower dan circle di akun google plusnya. Karena menurut Mastah SEO +Ricky Pratama admin blog trikmudahseo.blogspot.com, saat seseorang menambahkan orang-orang populer ke dalam lingkaran (g+) nya, maka secara otomatis profile orang tersebut akan muncul di halaman orang-orang populer tersebut.
Dengan sifat link profile-nya yang dofollow (mengantar poin halaman) dan ditambah lagi Google Plus yang terintegrasi dengan sistem Google, maka sistem ini bisa membantu pengindek-an blog menjadi jauh lebih baik.
Dalam situasi saya, cukup dengan mengubah sudut pandang terhadap pendapat Mas Ricky Pratama tersebut, ketika seseorang yang sudah dianggap otoritas oleh google, pun dengan kepemilikan follower dan circle yang banyak di akun google plusnya maka otomatis (artikel) yang dibagikan oleh si profile otoritas tersebut akan ikut terdongkrak. Saya pun mulai melihat pengaruhnya pada artikel yang saya ikutsertakan dalam lomba
Begitulah
Update !
Keisengan saya berlanjut, saya ingin mencari tau tentang indeks artikel ini di serp. Saya penasaran bagaimana pencarian artikel ini jika menggunakan keyword yang lebih general, misalnya 'seo google plus', karena biasanya keyword-keyword seperti itu udah jadi saranpan pagi blog atau situs-situs mainstream.
Percayalah kawan saya tidak kecewa jika ternyata tidak ada indikasi artikel saya muncul. Mustahal itu...(kakak kandung Mustahil). Kan kecewa itu artinya kalau apa yang anda dapatkan sangat jauh dibawah ekspektasi anda. Lha ekspektasi saya untuk artikel ini dengan kata kunci 'seo google plus' masuk di halaman 10 aja kagak. Kan sangat tidak mungkin kecewa kalau di page one gak ada.
Tapi lihat yang saya temukan. Artikel saya muncul (memang), di page one, listing kedua, dengan 3.840.000 results, tapi sebagai artikel yang di share melalui akun google plus-nya +Mang Lembu. Yang bikin saya nyengir kuda dibawahnya ada situs moz.com....pada taulah ye moz itu situs apa dan seperti apa.
Pastinya, saya tetap gak tau apa yang terjadi. Yang saya tau circle dan follower di akun google plusnya Admin blog Desa Cilembu ini emang udah banyak, kalo gak salah udah ribuan. Jadi harus nunggu banyak dulu follower dan circle di akun google plus kita biar bisa seperti beliau. Syukur-syukur yang berada di circle kita author-author yang profile-nya udah dianggap otoritas sama om google.
Tapi ada perubahan yang signifikan terjadi selam dua hari ini (buat saya maksudnya), jadi sering-sering nge-share artikel yang dibaca saat blogwalking melalui akun gooogle plus saya. Saya jadi tau kalo di blog wongcungkup.com milik Mas Yanto Cungkup
Salam Plus
credit point to +Mang Lembu admin blog desacilembu.com