Skip to main content

follow us

"Turn your passion into profit"  Google Adsense

Sejak awal google sebenarnya sudah mengingatkan bahwa bisnis adsense itu tentang ‘passion’, untuk itulah kenapa bisnis ini cocok dengan aktivitas ngeblog yang tendensinya belajar dan berbagi sambil bersenang-senang.

Namun hanya jika aktivitas ngeblog dilakukan sesuai passion. Jika aktivitas ngeblog sudah jadi beban saya ragu apakah masih layak disebut ngeblog.

Lalu dimana aspek bisnisnya jika kita ngeblog hanya berdasarkan apa yang kita senangi mengingat apa yang kita senangi adakalanya tidak termasuk dalam market yang ada pemasang iklannya. Sementara (kalau mau jujur) kita juga berharap profit dari kegiatan ngeblog tersebut?.

Google, jauh-jauh hari sudah mengerti hal itu. Menjadikan passion sebagai dasar utama bisnis ini sejatinya untuk memastikan bisnis adsense itu jangka panjang, dimana (lagi-lagi) google hanya bisa yakin tentang hal itu jika blogger dalam aktivitas ngeblognya melakukannya berdasarkan passion. Masuk akal bukan?

Bagaimana dengan iklan yang akan tayang di blog kita jika passion kita di blog tidak related dengan produk manapun yang ada di pengiklannya? Itupun sudah dipikirkan oleh google dan diatasi dengan mekanisme penargetan iklan berbasis minat pengunjung. Yaitu iklan yang disajikan google berdasarkan data aktivitas surfing user di internet.

Contoh ketika user surfing di internet mencari informasi tentang harga kopi, kebun kopi atau alat-alat penyeduh kopi, maka ketika ia masuk ke blog seseorang yang kebetulan penayang adsense, maka kemungkinan besar iklan yang muncul di laman blog tersebut adalah iklan tentang penjualan bubuk kopi atau alat penyeduh kopi, apapun itu yang terkait dengan kopi.

Artinya google tidak lagi mengacu pada kesesuaian konten di blog tersebut untuk iklan adsense yang akan ditampilkan tapi relevansi iklan dengan minat pengunjung (saat surfing) tadi. Yang menarik adalah iklan berbasis minat ini cenderung memiliki CTR lebih tinggi dari jenis penargetan iklan yang lainnya, bahkan beberapa kali lipat dari penargetan kontekstual (source Gee Jhon - portal-uang.com)

Sebelum lanjut, kita semua tau google adsense memang lebih dikenal sebagai program periklanan kontekstual (contextual advertising), yaitu penayang iklan yang didasarkan pada kesesuaian dengan konten laman blog, melalui mekanisme robot yang cerdas dan otomatis.

Tapi, selain penargetan iklan berbasis konteks dan penargetan iklan berbasis minat (seperti yang disebut diatas) google juga melakukan penargetan iklan berbasis penempatan.

Dan (masih) menurut analisis Mas Gee Jhon walaupun jenis penargetan iklan berbasis penempatan cenderung sulit di dapat tapi jenis penargetan inilah yang terbaik, karena dalam mekanismenya pengiklan sendiri yang menginginkan iklan mereka tampil di blog kita berdasarkan opsi penempatan yang di inginkan.

Dalam hal ini pengiklan pun harus bersedia menaikkan penawaran untuk mengalahkan iklan pada penargetan kontekstual dan minat.

Oleh karena itu sangat masuk akal jika iklan dengan penargetan berbasis penempatan cenderung memiliki nilai BPK yang lebih tinggi. Namun penargetan berbasis penempatan inilah jugalah yang paling sulit di dapat. Alasannya, karena itu tadi - jenis penargetan penempatan adalah ‘pesanan’ dari pengiklan.

Agar berpeluang mendapatkan iklan penargetan penempatan ini kita selaku blogger harus bisa menyajikan konten yang berkualitas dan meningkatkan jumlah pengunjung blog secara masif untuk bisa dipilih oleh pengiklan sebagai mitra mereka.

Tapi kita gak perlu terlalu berkecil hati karena sampai hari ini penargetan iklan adsense yang paling umum sebagai basis penayangan masih dipegang jenis penargetan kontekstual.

Iklan yang muncul di situs atau blog masih cenderung di dasarkan pada relevansi dengan konten laman blog, setelah melalui proses lelang yang mengharuskan setiap iklan yang relevan dengan konten laman blog bersaing satu dengan yang lain.

Dalam hal ini penawar tertinggi yang akan menang, sehingga setiap iklan yang muncul di laman blog mestilah iklan bernilai paling tinggi yang sesuai dengan konten laman blog. Tentu saja masih di pengaruhi oleh parameter-parameter yang lain seperti ukuran unit iklan, jumlah unit iklan dalam satu laman dan lain sebagainya

Jadi premis sementara adalah penargetan iklan berbasis kontekstual masih yang paling potensial untuk memberikan penghasilan adsense. Sepakat.

Tapi kemudian masalah lain muncul.

Anda mungkin akan berkata "tapi butuh waktu yang lama untuk bisa mendapatkan penghasilan dari adsense jika semata-mata mengandalkan passion, apalagi jika passion kita benar-benar tidak termasuk dalam kategori produk manapun yang ada pemasang iklannya"

Baiklah, saya harus katakan kali ini anda benar kawan karena pertanyaan itu jugalah yang mengusik pikiran saya beberapa hari terakhir. Walaupun benar adanya jika kita rajin update artikel (minimal 1 artikel per hari), sambil mengasah kemampuan kita menulis konten yang SEO dan juga ramah pengunjung, plus promosi serta silaturahmi, kita juga akan mendapatkan hasilnya.

Tapi itu mungkin terdengar terlalu lama (sejatinya ini relatif, terkandung situasi ekonomi anda)

Dalam situasi saya ungkapan 'terlalu lama' itu saya setuju. Dalam hati saya berkata 'seharusnya ada cara untuk membuat situasi tersebut tidak terlalu lama' (saya tidak mengatakan 'cepat' lho ya) tapi tetap dalam konteks ngeblog sebagai kegiatan bersenang-senang.

Artinya ngeblog tetap have fun dengan sedikit memberi ruang untuk mengoptimasi aspek bisnisnya. Dalam hal ini optimasi untuk meningkatkan kecenderungan user untuk meng-klik iklan adsense dengan cara-cara yang syah dan valid.

Berhubung saya pada dasarnya gak paham SEO maka saya pun mencari-cari tips atau strategi yang paling sederhana agar bisa saya terapkan. Dan seorang penggiat adsense di salah satu group facebook pernah share tentang optimasi klik adsense dengan cara mudah bahkan untuk pengunjung blog yang ‘belum terlalu banyak’.

Triknya, dengan mengamati iklan adsense yang sering muncul saat online. Dari iklan yang sering muncul tersebut ambil keyword yang digunakan dan buat artikel seputar produk yang di promosikan melalui iklan tersebut, tapi bukan artikel review tentang produknya. Karena kita hanya butuh konteks artikel kita sesuai dengan iklan yang kita targetkan.

Contohnya saya lihat iklan dari ottencoffee.co.id yang menjual peralatan membuat kopi sering muncul, maka saya membuat artikel tentang (apalah) yang ada hubungannya dengan kopi. Hasil artikel yang saya buat pada link dibawah ini.

Silahkan baca : Sebuah Pagi Yang Menyeruak Di Secangkir Kopi

Saya tidak tahu apakah konsep ngeblog sebagai aktivitas bersenang-senang masih ada / masih terasa atau tidak pada artikel tersebut, tapi yang pasti untuk target optimasi iklan kontekstual sepertinya tercapai. Karena iklan yang tampil sesuai dengan yang saya targetkan atau sesuai konteks artikelnya. Seperti screenshot dibawah ini.


Saya juga telah memastikan tidak ada data penelusuran pada hari dimana saya membuka artikel dengan menghapus data penelusuran terlebih dahulu. Untuk memastikan parameter yang digunakan google adalah konteks artikel, dan hasilnya sejauh ini sesuai harapan (dalam penargetan iklan maksudnya bukan penghasilan)


Untuk selanjutnya mungkin saya akan meneruskan membuat artikel-artikel yang ditargetkan sesuai konteks untuk iklan untuk melihat hasilnya jika artikel-artikel kontekstual lebih banyak lagi.

Pertanyaan lain mungkin muncul, bagaimana jika iklan yang menjadi target konteks merupakan market yang bukan saja tidak ada kemungkinan (ditoleransi) untuk 'disenangi' tapi bahkan tidak punya pengetahuan sedikit pun untuk bisa menulis artikelnya?

Itu berarti tantangan berikutnya.

Baca Juga : Memahami Cara Kerja Iklan Kontekstual Berdasarkan Prinsip Gestalt

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar